Kebohongan publik

Istilah kebohongan publik menjadi sering kita dengar akhir-akhir ini melalui media masa, sehubungan dengan evaluasi kinerja pemerintahan sby.

Kebohongan publik atau membohongi masyarakat adalah hal yang sangat tidak pantas dilakukan oleh manusia atau organisasi apalagi negara.

Jika sekelompok demonstran meneriakkan kata kebohongan publik tentunya bukan merupakan hal yang istimewa karena terlalu sering istilah ini mereka ucapkan dan terkadang tanpa dasar yang jelas, asal mengecam sehingga tidak memiliki efek apa apa terhadap orang yang mendengar atau pihak yang dituju.

Lantas bagaimana bila kalimat kebohongan publik diucapkan oleh tokoh agama bahkan lintas tokoh agama? dan yang dituju adalah presiden?

Ini adalah hal yang sangat ‘dasyat’ karena para tokoh agama adalah penegak moral, dimana setiap pernyataan tokoh agama merupakan suatu yg selalu memiliki dasar yg kuat dan tidak sembarangan, apalagi statemet bahwa presiden telah melakukan kebohongan publik merupakan kesepakatan bersama para tokoh lintas agama.

Ini tentunya merupakan tamparan keras yang dilakukan oleh para tokoh lintas agama tersebut terhadap sikap pemerintahan sby yg terkesan kurang kooperatif terhadap isue isue penting dimasyarakat.

Semoga dengan teguran ini pemerintah bisa merespon dengan positif ‘tamparan’ ini, jika mau memperbaiki citranya. Jika tidak, berarti membuat kebohongan ke2, wah bisa fatal!

Salam,
johntaufan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s