Politik pencitraan

Akhir – akhir ini sering kita mendengar istilah politik pencitraan dimedia masa. Tidak tahu, dari mana istilah ini muncul dan siapa yang pertama kali menyebutkannya. Yang jelas istilah ini sangat cocok sekali untuk merumuskan kesan sepak terjang penguasa indonesia saat ini, dimana pada setiap kesempatan berpidato pak presiden selalu terkesan haus akan pujian, sehingga selalu berupaya berargumentasi untuk mendapat kesan atau citra yang positif terhadap segala sepak terjangnya selama berkuasa.

Berbagai data, informasi dan fakta dipaparkan untuk mendukung setiap statemen yg di sampaikan. Lantas, kenapa saat ini para tokoh dan masyarak selalu bersikap skeptis terhadap pencitraan yang diupayakan oleh presiden? Apakah memang presiden hanya omong kosong? Ataukah karena kesan saat tampil dipublik tidak simpatik, marah, jarang senyum, pembelaan diri yg berlebihan membuat masyarakat bosan, ataukah memang hidup makin sulit?

Anda punya tanggapan?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s