KRONOLOGIS KEPERGIAN PAPA TERKASIH UNTUK SELAMA LAMANYA

Hari itu, rabu, 15 juni 2011, sekitar pukul 13.30 ketika saya sedang menonton tv dikamar, dirumah yang ada saat itu adalah papa, mama, agil, leoni dan laras( keponakan usia sd) , tiba – tiba mama memanggil saya dengan nada suara yg sangat mengagetkan saya, “topan! Coba kesini, papa lain – lain ini”( topan, coba kesini papa dalam keadaan tidak jelas) spontan saya langsung bergegas ke kamar mama dan papa, saya melihat papa dalam keadaan tertidur pulas, namun ternyata hanya penampilannya saja yang seolah tertidur lelap, padahal kami mencoba membangunkannya dengan berbagai cara namun papa tidak memberi respon atas upaya saya dan mama untuk membangunkannya, saya mencoba menolong sekuat tenaga dengan menekan – nekan dada papa dan memberi bantuan nafas dari mulut saya ke mulut papa, namun papa tetap tidak memberi respon dan kami semakin panik, mama berupaya menghubungi siapapun yang bisa dihubungi melalui handphone juga memanggil tetangga didepan rumah…….

Keadaan semakin menghawatirkan dan mencemaskan, saya memutuskan untuk membawa papa ke rumah sakit, saya ke depan untuk menyiapkan mobil. Ketika saya sudah berada diteras, adik saya anda, telah tiba dan memarkir sepeda motornya, rupanya mama telah menelepon dia, padahal barusan saja dia kembali kekantor setelah makan siang dirumah.

Ketika saya sedang menyiapkan kenderaan, tiba tiba, anda dan seorang bapak (kerabat dari tetangga didepan rumah dari luar kota) menggotong papa menuju mobil, dan kami langsung memasukkan papa ke dalam mobil di jok tengah, saya memangku bagian kepala papa dan mama dibagian kaki papa. Adik saya anda mengemudikan kenderaan dan bapak itu duduk didepan….

Tujuan kami ke rumah sakit bala keselamatan, palu yang jaraknya kurang lebih 3 kilo meter dari rumah kami.
Anda memacu kenderaan (kijang krista) secepat mungkin, namun kami mewanti – wanti agar tetap berhati – hati.

Keadaan kami didalam mobil semakin cemas…..dan tidak menentu dan mencoba berdoa semampu kami agar hal yang paling menakutkan tidak terjadi…..mama terlihat sangat sedih, hati saya juga tak menentu, sedih, heran, putus asa dan marah berkecamuk didalam hati saya…..oh Tuhan maukah engkau mengsihani dan menolong kami?……

Setibanya di depan unit gawat darurat, para medis bergegas menyambut kami dan membawa papa ke ruang pemeriksaan….

Dan….hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa papa tidak dapat tertolong lagi….papa meninggalkan kami selama lamanya…..

Mama menangis sejadi jadinya, demikian pula adik saya, anda juga larut dalam tangisan yang tiada taranya…..

Saya sangat sedih bercampur tidak percaya atas kenyataan ini….oh Tuhan…oh Tuhan

saya berusaha tabah sekuat kuatnya, …saya berusaha menenangkan mama dan anda agar kuat menerima kenyataan ini….kami hanya bertiga, keluarga lain belum ada yang datang.

Setelah segala sesuatunya yang berhubungan dengan administrasi rumah sakit dilakukan, maka kami segera membawa papa kembali kerumah…..

Peristiwa pada hari itu sangat diluar jangkauan perkiraan kami, pagi hari papa bangun seperti biasa, melakukan aktivitas yang beliau gemari yaitu memelihara dan merawat beberapa ekor ayam kampung kesayangannya, tanpa keluhan atau menderita sakit apapun, bahkan masih sempat makan siang sebelum tidur siang yang ternyata itu adalah makan siang dan tidur siang terakhir beliau, papa tidak memberikan isyarat apapun kepada kami dan sebaliknya kami terutama saya, sama sekali tidak ada firasat apapun sebelum papa meningggalkan kami…

Lima belas bulan saya menemani dan bersama sama papa, setelah kira kira 20 tahun saya meninggalkan kota palu untuk mencari jati diri, namun keinginan hati untuk kembali ke palu membuat saya meninggalkna pekerjaan saya di jakarta sebagai karyawan outsourching di bank mandiri pusat. Ternyata 15 bulan bersama papa, menemani beliau saat panen cengkeh, perjalanan ke toraja beberapa kali adalah saat saat yang indah dan menjadi kenangan indah yang diberikan Tuhan kepada saya…..

Papa sangat berarti bagi saya, pribadi beliau yang peramah pada siapapun, tutur kata yang lembut, senyum yang tulus kepada siapapun, kasih sayang papa pada kami sangat membuat saya dan kami sangat terpukul atas kepergian beliau …..

Oh papa….belum sempat kami memberikan hadiah yang terbaik buat engkau, engkau telah pergi meninggalkan aku, mama dan adik adik serta cucu cucumu….

Semoga cara papa meninggalkan kami adalah cara terbaik yang merupakan pilihan Tuhan bagi papa….

Papa pergi tanpa melalui proses penderitaan suatu penyakit dimana hal tersebut merupakan suatu kelaziman dimasa sekarang….

Selamat jalan papaku sayang, dalam keheningan hidupmu, dalam kelembutan hatimu, dalam sejuta senyummu engkau telah memeluk kami dan melindungi kami dari segala ancaman duniawi, bahkan engkau sanggup bersembunyi dan mengelabui kami ketika engkau berbalik memenuhi panggilan sang pencipta yaitu Tuhan kita…..

Papa….papa…papa papa papa papa papa papa…………………papa…….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s