Sampingan

Mandiri tetap Ngotot Verifikasi Tanda Tangan dalam Transaksi

Bank Mandiri
Mandiri tetap Ngotot Verifikasi Tanda Tangan dalam Transaksi
Kamis, 8 Oktober 2009 | 23:13 WIB
Nampaknya keadilan yang saya harapkan dari Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia ini, sangat sulit saya dapatkan. Pihak Bank Mandiri Card Jakarta (John Taufan – Investigasi) kemarin telah menghubungi saya atas keluhan saya yang dimuat di Kompas.comtanggal 6 Oktober 2009.
Lalu dengan judul “Verifikasi Tanda Tangan Tidak diperlukan dalam transaksi” pukul 23:22 PM Inti hasil pembicaran panjang lembar dengan Pak John Taufan adalah sbb :
• 8 Transaksi yang telah terjadi sejak Juni 2009 (tertagih bulan Juli 2009) dengan nilai total sekitar Rp 2,4 juta tetap menjadi tanggung jawab saya. Karena setelah dilakukan investigasi oleh pihak bank Mandiri EDC merchant membaca kartu kredit Master Mandiri saya asli. Walaupun nampak jelas tanda tangan di sales draft bukan tanda tangan saya, yang bisa dibuktikan dari aplikasi credit card awal, KTP, maupun sales draft lainnya yang tidak sengketa. Namun Bank Mandiri setahu saya tidak melakukan cross check sebagaimana yang saya sebutkan tadi.
• Apa gunanya saya tanda tangan di Aplikasi kartu kredit diawal pengajuan dan menyertakan fotocopy Identitas, serta adanya tulisan dibalik kartu kredit Mandiri “Authorized Signature – Not Valid Unless Signed” dan kolom tanda tangan ? Jika semua itu tidak menjadi salah satu pertimbangan penting sah nya suatu transaksi credit card, lalu buat apa ya? Percuma juga saya tanda tangan di aplikasi pengajuan awalnya, jika nantinya tidakdiperlukan dalam verifikasi tanda tangan.
• Pihak Mandiri bertanya apakah saya pernah menanyakan masalah ini ke masing-masing merchant/toko tersebut. Jelas saya merasa ini bukan tugas saya untuk melakukan investigasi sendiri ke merchant/toko, lagian belum tentu mereka ingat ciri-ciri orang yang melakukan transaksi 2 kali yang terjadi di bulan Juni lalu. Bank Mandiri seharusnya lebih berkepentingan untuk menjaga keamanan transaksi dan melakukan verifikasi dengan baik. Karena saya juga sudah membayar iuran kartu kredit selalu tepat waktu (tidak gratis).
• Saya sampaikan bahwa setahu saya sebagaimana saya juga orang yang sudah berkecimpung di dunia perbankan cukup lama, bahwa pihak bank penerbit kartu dapat melakukan pendebetan kembali sebesar nilai transaksi ke pihak merchant/toko apabila terbukti tanda tangan di sales draft tidak sama dengan aplikasi awal credit card atau sesuai authorized signer dari pemilik kartu. Kalau memang verifikasi tidak penting, ya lain kali credit card mandiri tidak perlumenyediakan kolom tanda tangan dibalik kartunya. Karena saya yakin sesuatu dibuat itu pasti ada tujuannya, bukan mubasir saja.
Bagaimana dengan bank Mandiri ? Kekecewaan saya yang mendalam adalah Bank Mandiri bersikeras bhw Bank Mandiri tidak melakukan verifikasi tanda tangan atas 8 sales draft tersebut, dimana dari 8 transaksisales draft tersebut terdapat 2 type tanda tangan berbeda, dan semuanya bukan / tdk mirip sama sekali dengan tanda tangan saya. Bank Mandiri tetap berpegang pada mesin EDC yang membaca 6 transaksi saya melalui Chips dan 2 transaksi dilakukan dengan swap, semuanya dari no kartu kredit asli saya.
Harapan saya :
• Jika Bank Mandiri Card Center terus berpegang bhw kartu jenis chips tidak mungkin bisa digandakan, maka sudahsaatnya bank Mandiri segera bangun dan melakukan investigasi sekarang, Kartu kredit chips bukan jaminan aman100 persen dari penggandaan.. Pentagon USA saja pernah kebobolan juga koq, masak kartu chips Mandiri tdk mungkin dibobol oleh oknum Internal atau external? Marilah Bank Mandiri ini mau selalu belajar atas kejahatan yang menggunakan teknologi maju saat ini juga terus berkembang seiring dengan modernisasi. DNA manusia saja bisa dicloning, masak susah cloning credit card Chips Mandiri?
• Walaupun keseluruhan 8 transaksi tersebut sudah saya bayarkan dengan terpaksa demi menjaga nama baik saya di Bank Indonesia pada tanggal 17 September 2009 lalu sebesar Rp 2,8juta (termasuk bunga/denda dan copy sales draft). Saya tetap Bank Mandiri mengkreditkan kembali seluruh biaya tersebut.
• Mohon Bapak-bapak petinggi Bank Mandiri Card Center lebih memperhatikan keluhan saya ini dengan bijaksana bukan memberikan “kartu mati” bagi nasabah kecilnya bhw ini semua sudah final. Sekiranya ada bantuan dari pihak lain untuk mediasi masalah yang telah bergulir sejak Juli 2009 ini akan sangat saya hargai. Terima kasih.
Teddy Prajitno
Basuki Rachmad 87
Bank Mandiri
Mandiri tetap Ngotot Verifikasi Tanda Tangan dalam Transaksi
Jumat, 16 Oktober 2009 | 11:02 WIB
Menanggapi pengaduan dari Bapak Teddy Prajitno di Kompas.Comtanggal 6 dan 8 Oktober 2009 mengenai keberatan atas hasil investigasi sanggahan 8 (delapan) transaksi di Mandiri Kartu Kredit Bapak Teddy Prajitno, dengan ini kami sampaikan tanggapan dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Berdasarkan investigasi ulang yang kami lakukan melalui unit Fraud Control, 8 (delapan) transaksi yang Bapak Teddy Prajitno keluhkan adalah benar merupakan transaksi Bapak Teddy Prajitno karena ke 8 (delapan) transaksi tersebut dilakukan dengan menggunakan Mandiri kartu kredit asli(nama Bapak Teddy Prajitno tertera pada bukti transaksi).
2. Sesuai pernyataan dari Bapak Teddy Prajitno bahwa Mandiri kartu kredit tersebut senantiasa berada pada penguasaan Bapak Teddy Prajitno, sehingga setiap transaksi yang terjadi pada Mandiri kartu kredit tersebut adalah merupakan tanggung jawab Bapak Teddy Prajitno. Kami akan tetap membebankan tagihan tersebut ke Mandiri kartu kredit Bapak Teddy Prajitno beserta biaya administrasi sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Kami telah menyampaikan kembali penjelasan atas permasalahan dimaksud baik secara lisan maupun tertulis kepada Bapak Teddy Prajitno.
Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatian Bapak. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sukoriyanto Saputro Corporate Secretary
linda putri mada
plaza mandiri, lt 3, jl. gatot subroto kav 36-38

sumber: http://kompas.co.id/tanggapan/read/10573

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s