SADARLAH KAWAN

Janganlah kita sebagai warga negara yang resmi arogan terhadap sesama, kalau negara sudah berusaha seadil adilnya, mengapa kita terus terusan ngotot seolah2 ada niat lain dan memaksakan kehendak. Ketahuilah bahwa tidak ada pemerintahan yang bisa adil 100 persen karena mereka hanya manusia sama seperti kita, jika manusia bisa adil 100 persen, maka kekuasaannya sama dg Tuhan dan Tuhan tidak pernah akan mengijinkan manusia sama seperti Dia.

Himbauan himbauan telah di sampaikan para Tokoh kita, seolah olah mereka bukan tokoh lagi karena kita terlalu ngotot memaksakan sesuatu, mari kita cooling down, kawan. Tuhan pasti senang, jika melihat kita menghargai lawan kita dari pada kawan kita, karena dengan demikian lawan bisa menjadi kawan. Manusia memang harus memiliki kebutuhan, keinginan dan kepentingan agar eksis, namun hal tersebut jangan mengabaikan persahabatan kita walaupun kita tak saling kenal.

Jadilah bangsa yang besar dengan menghargai kawan maupun lawan, terutama lawan poliitik dan bukankah dalam politik tidak ada kawan yang abadi? Yang abadi adalah kepentingan.

Marilah kita mewariskan toleransi yang sebenarnya bagi genersi yang akan datang karena saat ini mereka sedang memantau kita.

Marilah kawan, silahkan duduk, dan dudukkan persoalan pada tempatnya solusi pada waktunya.

Sekian, terima kasih

DEMI SURGA

Sorga, atau juga surga( bahasa Sanskertasvarga,, ” kayangan”) adalah suatu tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebajikan sesuai ajaran agamanya (wikipedia indonesia).

Manusia sebagai mahluk ciptaan yang paling mulia dikaruniai akal yg membuatnya lebih unggul dari ciptaan Tuhan yang lain. Dengan akal, manusia bisa memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Kebutuhan manusia ada yang utama ada yang sekunder, keinginan manusia ada yang tercapai ada yang tidak. Adanya keinginan dan kebutuhan merupakan motif utama manusia dalam mengisi hidupnya. Salah satu obsesi manusia yang di idam idamkan sepanjang masa adalah surga. Bagaimanapun keadaan manusia ketika hidup, miskin atau kaya, semua menginginkan surga. Berbagai macam upaya manusia dalam memberikan jaminan pada dirinya agar memperoleh surga dan berbagai macampun tawaran yang datang pada manusia untuk menawarkan surga pada dirinya, dengan demikian manusia dihadapkan pada pilihan. Tawaran tawaran masuk surga yang pada manusia datang dalam berbagai bentuk seperti agama, filsafat, budaya dan berbagai metode lainnya yang semuanya menjanjikan keabadian yang kekal yaitu surga.

Namun disayangkan terkadang manusia ceroboh dalam memilih metode masuk surga dengan cara ekstrim, seperti memilih metode mengorbankan manusia lain bahkan mengorbankan dirinya sendiri. Terlepas dari semuanya, sejauh ini belum ada metode masuk surga yang di pilih oleh manusia yang secara akal menjelaskan disertai bukti bahwa metode yg dipilihnya benar – benar membawa mereka ke surga, dengan demikian tidak ada alasan mentolerir metode jalan kesurga dengan jalan membunuh diri dan membunuh orang lain. Memang benar, kelakuan manusia saat ini diliputi oleh bermacam – macam ketidak benaran, maksiat, judi, korupsi, pembunuhan, perampokan, serakah dan lainnya, tapi itu bukan hanya didominasi oleh manusia sekarang, manusia zaman dahulupun tidak terlepas dari perilaku menyimpang seperti tersebut di atas, lantas mampukah kita sebagai manusia yang tidak sempurna merubah kelakuan manusia yang bejat tersebut dengan kemampuan kita sendiri? Apakah dengan cara kekerasan bunuh diri dapat membunuh dosa dan orang berdosa? Bukankan kita tahu bahwa pencipta selalu punya cara menghukum ciptannya yang bandel dengan caranya sendiri tanpa butuh bantuan dari ciptaan yang lain. Siapakan anda dan adakah rekomendasi pencipta pada kalian sehingga kalian berkenan membunuh diri kalian demi memperbaiki kelakuan manusia? Seandainya kita memiliki kesabaran sedikit saja, maka kita akan menyaksiakan cara pencipta mengelola ciptaannya, baik itu manghukumnya maupun memuliakannya.

Mungkin perlu diingat, ketahuilah bahwa akal manusia tidak mampu memahami cara pencipta mengelola ciptaannya. Sistim hukum yang dibangun oleh manusia saja tidak membenarkan main hakim sendiri apalagi sistim hukum yang didesain oleh Tuhan. Pencipta tentunya sangat murka apa bila ada manusia yang mengklaim dirinya sebagai penegak hukum pencipta dan berani melakukan eksekusi pada ciptaan lain yang dianggap manusia berdosa.

Jadi, jadilah manusia yang tidak mencampuri urusan pencipta dalam hal mengelola bumi dan dunia.

Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, penulis berusaha menulis dengan bahasa yang universal tanpa adanya dedominasi dari agama atau aliran tertentu. Dan penulis dengan senang hati dan mengijinkan jika ada yg menyebarkannya dalam berbagai bahasa, semoga kontribusi kacil ini memiliki manfaat besar bagi perdamaian dunia.

Terima kasih